SORGA KEKEKALAN TIDAK BERSUSUN SEPERTI KUE LAPIS LEGIT

Sorga Kekekalan Bukan Bertingkat Seperti Kue Lapis Legit

Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa orang-orang yang telah mengaminkan penebusan Kristus akan terlepas dari hukuman Allah dan masuk sorga kekekalan dan menjadi “warga kerajaan sorga.”

Permasalahan muncul ketika banyak “oknum” menafsirkan sorga tanpa dasar dan pengertian yang alkitabiah.

1.       Sorga kekekalan tidak bertingkat seperti kue lapis legit atau selayaknya gedung bertingkat.

          Jika karena alasan “timbangan” perbuatan, membuat si “A” di sorga tingkat satu dan si “B” ditingkat  tiga, maka seharusnyalah neraka juga harus bertingkat, karena tingkat kejahatan manusia berbeda2

2.       Apalagi ada “oknum” yang mengklaim telah naik ke sorga tingkat tujuh bahkan oknum “YP” mengklaim diri pernah diangkat ke sorga tingkat kesembilan adalah klaim yang sah-sah saja namun dapat dipastikan tidak alkitabiah.

Ketika berbicara tentang sorga, maka Alkitab merujuk pada lokasi atau tempat yang letaknya di atas sana. Atau sering disebut sebagai langit atau langit2

1.       Indikasi langit yang diciptakan tertulis dalam Kejadian 1:1  “beresith bara elohim et hasamayim” pada mulanya Allah menciptakan  “dua” langit itu…”

          Perhatikan akhiran “ayim” pada kata “samayim.” Merujuk pada kasus “jamak berjumlah dua” bedakan dengan akhiran “iyim” yang merujuk pada kasus jamak berjumlah “tiga atau lebih.

          Samayim yang diciptakan Allah akan dilenyapkan karena tidak bersifat kekal. Terdiri dari langit di bawah atmosfer dan langit di atas atmosfer yang disebut dalam bahasa Ibrani “raqia” atau cakrawala.

2.       Indikasi langit ke tiga adalah sorga kekekalan, tempat tahta Allah dan malaikat-malaikatnya serta orang-orang yang telah lahir baru.

          Dalam II Korintus 12:2 rasul Paulus diangkat ke sorga kekekalan tempat tahta Allah dan para malaikat

3.       Mengapa sorga kekekalan tidak bertingkat-tingkat?

          Kata “τριτου ουρανου/ tritou ouranou” atau “sorga yang ketiga kalinya”

Merujuk pada kasus “attributive position”

 kata sifat + kata benda (kata benda jika tidak disertai artikel ho, he, to, dll)

dalam hal ini “tritou” (kata sifat, tunggal, genetive) + “ouranou” (kata benda, tunggal, genetive) berarti “SORGA YANG KETIGA KALINYA”

Kalau “tiga” yang dimaksud adalah “tingkat bersusun tiga” maka seharusnya tertulis “triton” (genetive jamak) karena tertulis kata “tritou” maka artinya bukan “tiga” melainkan “tiga kali”kata “tritou” ini digunakan juga di dalam Matius 26:44

          Jadi Rasul Paulus diangkat ke sorga fase ketiga/ sorga yang ketiga-kalinya, yaitu fase kekekalan.

·         Fase pertama, sebelum hingga kematian Kristus di kayu salib, ditandai dengan bangkitnya orang-orang kudus sesaat setelah ucapan “sudah selesai” dari Kristus.

·         Fase kedua, masa kematian Kristus di kayu salib hingga berakhirnya kerajaan 1000 tahun

·         Fase ketiga, sorga kekekalan, sorga

sorga bertingkat tiga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s