Nafiri Yang Terakhir

Nafiri atau sangkala adalah alat musik tiup terbuat dari tanduk binatang atau lebih dikenal sebagai terompet. Biasanya dipergunakan umtuk mengiringi puji-pujian maupun sebagai “penanda” dimulainya peperangan 1Kor 14:8.

Belakangan dunia dihebohkan oleh terdengarnya bunyi nafiri atau sangkala “Allah” di langit sebagian negara-negara di Eropa sampai Australia. Agar kita tidak mudah terombang-ambingkan dengan berbagai kesalahan menafsirkan fenomena yang terjadi belakangan ini maka berikut adalah fakta alkitabiah tentang bunyi sangkakala.

NAFIRI TERAKHIR BERBUNYI HANYA SATU KALI

Dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah
1Kor 15:52

Cuplikan ayat berikut “τη εσχατη σαλπιγγι σαλπισει / (te eskate salpingi salpisei)” berarti nafiri terakhir hanya berbunyi satu kali, kata “salpisei” dalam bentuk orang ketiga tunggal menjelaskan secara detail bahwa satu sangkakala terakhir akan mengeluarkan bunyi yang hanya sekali dan dahsyat bunyinya, lihat Mat 24:31, bunyinya tidak berkali-kali dan tidak berulang-ulang, bandingkan dengan fenomena yang bunyi yang terjadi baru-baru ini.

NAFIRI INI ADALAH MILIK ALLAH

Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan
1Tes 4:16-17

Kata “σαλπιγγι θεου / (salpingi theou)” bentuk case pada kata tersebut adalah genitive atau menerangkan milik. Jika dipadukan maka nafiri atau sangkakala terakhir ini adalah nafiri milik Allah.

PENIUP NAFIRI ADALAH ALLAH SENDIRI

Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
Mat 24:31

Memperhatikan ayat tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa Allah sendiri meniup sangkakala yang mengeluarkan bunyi yang dahsyat untuk memberi tanda agar para malaikatNya keluar dan membawa orang-orang percaya. Tampaknya sangkalala ini berbeda dengan tujuh sangkakala yang ditiup oleh para malaikat.

SANGKAKALA DITIUP SEBAGAI TANDA ORANG-ORANG PERCAYA DIANGKAT PADA MASA PENGANGKATAN

Dalam 1Tes 4:16-17 tertulis tentang kronologi pengangkatan orang-orang percaya menyongsong Tuhan di angkasa. Dan kehebohan akan terjadi pada saat itu di bumi, yang digambarkan dengan “jika ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan, kalau ada dua perempuan memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan” Mat 24:40-41

KESIMPULAN

  1. Fenomena yang terjadi baru-baru ini bukanlah Sangkakala Terakhir Allah karena tidak didengar oleh orang-orang percaya di seluruh dunia.
  2. Karena tidak ada fakta terangkatnya orang-orang percaya maka jelas fenomena tersebut tidak berhubungan dengan Sangkakala Terakhir Allah.

Sekalipun demikian, Kita sebagai orang-orang yang telah lahir baru dianjurkan tetap waspada dan berjaga-jaga menyongsong hari tersebut dengan terus hidup melayaniNya hingga Tuhan datang menjemput kita, Maranatha.

Iklan

2 thoughts on “Nafiri Yang Terakhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s