Arsip Kategori: Doktrin Gereja

Bunda Maria Bukan Bunda Allah

MARIA BUKAN BUNDA ALLAH

Per Mariam ad Jesum adalah ungkapan dalam bahasa Latin yang antinya melalui Maria menuju Yesus. Ajaran ini dihembuskan oleh gereja Katolik sejak konsili Efesus yang pada intinya adalah wajib untuk berdoa kepada Maria karena sebagai jembatan antara manusia dan Allah. Konsep ini tertanam kuat di kalangan umat katolik. Melalui tulisan ini saya ingin membuktikan bahwa konsep tersebut tidaklah alkitabiah.

A. Pengantara itu bukan Maria
“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,” I Timotius 2:5

“Dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel,” Ibrani 12:24

Jadi pengantara kepada Allah bukanlah Maria tetapi Tuhan Jadi secara alkitabiah Maria bukanlah pengantara bagi manusia dan Allah. Maria adalah perempuan biasa yang terpilih sebagai bunda Yesus bukan bunda Allah. Artinya Allah memilih Maria sebagai bunda Yesus ketika Ia menjelma menjadi manusia. Status bunda Yesus hanya berlaku di dunia saja. Status itu tidak berlaku sampai ke Sorga. Sekarang Maria di Sorga bukanlah berstatus sebagi bunda Allah. Ia hanya manusia biasa yang menghuni Sorga. Jadi bunda Yesus dengan bunda Allah adalah dua hal yang berbeda.

B. Maria tidak mungkin bisa mendoakan kita
“Ora pro nobis peccatoribus, nunc et in hora mortis nostrae” doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Istilah tersebut adalah cuplikan dari sebagian dari “Doa Salam Maria.” Konsep yang tidak alkitabiah apabila Maria yang telah mati sanggup mendoakan kita yang masih hidup bahkan orang-orang yang sudah mati.
Dalam dokumen Konstitusi Dogmatis tentang Gereja yang dituangkan dalam Lumen Gentium 66 mengukuhkan pendapat tersebut di atas. Mereka telah melakukan penyimpangan-penyimpangan dan membangun ajara-ajaran yang tidak alkitabiah. Di mana alkitabiahnya adalah orang yang sudah mati (Maria) tidak mungkin mendoakan orang yang masih hidup. Demikian juga Maria yang sudah mati tidak mungkin bisa mendoakan orang yang sudah mati. Saya yakin bunda Maria yang sekarang ada di sorga akan sangat sedih melihat umat katolik yang menghormatinya secara berlebihan. Saya juga yakin bahwa Maria sangat tidak berkeinginan diangkat sebagai BUNDA ALLAH, karena baginya, terpilih sebagai bunda YESUS sudah merupakan anugerah yang tiada tara baginya.

Iklan