Arsip Kategori: Doktrin Keselamatan

SEKALI SELAMAT TETAP SELAMAT TIDAK ALKITABIAH, once saved always safe

Once Saved Always Safe, Sekali Selamat Tetap Selamat Tidak Alkitabiah

SUBJUNCTIVE MOOD
Conditional Sentences atau Kalimat BERPOTENSI

“Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya”, Ibrani 10:35.

PERTAMA, kesalahan kalvinisme adalah menafsirkan ayat tersebut sebagai “nasehat omong kosong” dimana menurut nalar “Pemeiharaan Orang2 Kudus”nya Kalvinis, orang2 yang telah lahir baru/ percaya TIDAK MUNGKIN MELEPASKAN kepercayaan, pokoknya “SEKALI SELAMAT TETAP SAJA SELAMAT”

KEDUA, Istilah “melepaskan kepercayaan” ditafsirkan oleh mereka sebagai orang yang “pura-pura percaya” alias tidak percaya.

KETIGA, sekalipun orang-orang percaya melepaskan kepercayaan mereka, Tuhan menganggap bahwa mereka tidak sungguh-sungguh melepaskan kepercayaan, sehingga sekalipun mereka melepaskan kepercayaan mereka tetap saja mereka selamat karena “SEKALI SELAMAT TETAP SAJA SELAMAT”

BENARKAH NALAR SEPERTI INI?

Saya akan menunjukkan melalui ayat tersebut bahwa penafsiran pak John Calvin dan para pengikut2nya tidak ALKITABIAH

Bentuk kata “melepaskan”Αποβαλητε adalah 2nd aorist active subjunctive 2nd person plural dari ἀποβάλλω

1. Bentuk Subjunctive adalah conditional sentences atau kalimat yang mengandung POTENSI atau kalimat KEMUNGKINAN.

2. Bentuk 2nd person plural merujuk pada “kamu/kalian” orang-orang percaya/ orang-orang yang sungguh percaya BUKAN orang-orang yang PURA-PURA PERCAYA

3. Bentuk 2nd AORIST merujuk pada kalimat “finished action” yang mana waktu kejadiannya sangat relative atau “the time of action is a relative matter.” Artinya benar-benar “melepaskan” bukan “pura-pura” melepaskan.

4. Bentuk kalimat Active adalah bentuk kalimat yang obyeknya sebagai obyek penderita.
Contoh: Kamu (Subyek) melepaskan (active) kepercayaan (obyek penderita)
sedangkan kalimat passive adalah kalimat yang subyeknya sebagai obyek penderita.
Contoh: Kamu (Subyek penderita) dilepaskan (passive) kepercayaan (Obyek)
Karena berbentuk active maka orang-orang percaya tidak mungkin KEHILANGAN KESELAMATAN (passive) tetapi orang-orang percaya dapat MELEPASKAN KEPERCAYAAN (active)

Kesimpulan ALKITABIAH:
1. Bahwa Orang-orang yang sungguh-sungguh PERCAYA ada kemungkinan untuk sungguh-sungguh melepaskan KEPERCAYAAN

2. Kalimat Subjunctive mood adalah tipe kalimat kemungkinan yang TIDAK merujuk pada “pura-pura” percaya dan “pura-pura” melepaskan kepercayaan

3. MAKA teori “SEKALI SELAMAT TETAP SAJA SELAMAT” adalah teori yang bertentangan dengan ayat ini, karena orang-orang percaya ada kemungkinan untuk melepaskan kepercayaan mereka.

4. Kalimat tersebut di atas adalah nasihat supaya orang-orang percaya TETAP berpegang teguh pada iman percaya supaya TETAP SELAMAT, karena ada kemungkinan orang-orang percaya dapat melepaskan kepercayaan (SUBJUNCTIVE MOOD).

5. Orang-orang percaya TIDAK MUNGKIN KEHILANGAN KESELAMATAN (keselamatan tidak bisa dicuri, direbut, dll) Tetapi jika orang-orang percaya melepaskan kepercayaan mereka dengan kemauan sendiri dan tanpa paksaan maka LEPASLAH KESELAMATAN mereka.
INGAT, INGAT, INGAT!
Eling, Eling, Eling!
INGA, INGA, INGA!
Don’t Forget, Don’t Forget, Don’t Forget!
bentuk kalimatnya active “melepaskan” bukan kalimat passive “dilepaskan.”
“melepaskan” hampir sama artinya dengan “menghilangkan” bukan “KEHILANGAN”

Iklan

KALAU SAYA MATI, PASTI MASUK SORGA

 

Kebanyakan orang Kristen ragu-ragu akan ke mana mereka setelah mati. Tetapi di sini kami ingin mengatakan bahwa seandainya kami mati  PASTI MASUK SORGA. Kami tidak akan masuk NERAKA, kami juga tidak akan mampir dulu di api penyucian. Kami yakin betul kalau mati PASTI MASUK SORGA.

Untuk masuk Sorga bukan sifatnya mudah-mudahan, kebanyakan orang mengatakan “mudah-mudahan.” Untuk masuk Sorga juga bukan TERSERAH TUHAN, kebanyakan orang Kristen mengatakan “terserah Tuhan. Di sini kami ingin memberitahukan kepada siapapun yang membaca tulisan ini bahwa SAYA PASTI MASUK SORGA.

Berikut alasan kami yang alkitabiah:

Pertama : Saya orang yang berdosa (Roma 3:23)

Kedua : Upah dosa adalah maut., jadi SEHARUSNYA saya dihukum di Neraka (Roma:6:23)

Ketiga : Tuhan menebus dosa-dosa saya (Yoh 3:16) Jadi dosa saya telah ditebus Tuhan di dengan kematian di kayu salib

Keempat : Tuhan turun ke alam maut menggantikan hukuman yang seharusnya saya tanggung (Ef 4:9). Jadi saya tidak akan masuk Neraka karena Tuhan telah menggantikan saya dihukum.

Kelima : Saya PASTI MASUK SORGA, “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah” Roma 5:9

Bagaimana dengan anda?

GBU.

Posisi alkitabiah, berhati alkitabiah, berpikir alkitabiah