Arsip Tag: kesusahan besar

KERAJAAN SERIBU TAHUN

KERAJAAN SERIBU TAHUN

 

Akan Terjadi di Bumi dan Diperintah Oleh Mesias

I Tawarikh 17:12-15, Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku dan Aku akan mengokohkan tahtanya untuk selama-lamanya.  Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kuhilangkan dari padanya seperti yang Kuhilangkan dari pada orang yang mendahului engkau. Dan Aku akan menegakkan dia dalam rumah-Ku dan dalam kerajaan-Ku untuk selama-lamanya dan takhtanya akan kokoh untuk selama-lamanya.” Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.

 

Jelas janji Allah tersebut di atas ditujukan kepada Daud dan keturunannya yang bersifat jasmaniah. Ayat tersebut tidak perlu dikiaskan menjadi “gereja” atau “umat pilihan.” Karena dengan jelas dan literal Daud memahami bahwa janji itu diperuntukkan baginya dan keturunannya, Allah akan menegakkan tahta Daud selama-lamanya.

Janji Allah terbukti secara rinci bahwa ternyata yang dimaksud keturunan Daud yang akan memerintah selama-lamanya adalah Yesus Kristus. Secara ajaib menelusuri daftar keturunan Tuhan Yesus Kristus dari Maria (Lukas 3:23-38) mengambil garis keturunan Natan (anak Daud dari Batsyeba). Seperti kita ketahui bahwa Daud memperoleh 4 anak laki-laki dari kandungan Batsyeba, yaitu; Simea, Sobab, Natan dan Salomo (I Taw. 3:5). Hal ini berhubungan erat dengan nubuatan tentang dinasti keturunan Salomo yang hanya sampai pada Konya atau Yoyakhin bin Yoyakhim yang digantikan oleh Zedekia bin Yosia (paman Yoyakhin, (Yer. 22:28-30) (Yer. 37:1). Sementara klaim keturunan pewaris tahta pada Yesus Kristus dapat ditelusuri dalam daftar silsilah Yusuf yang berasal dari keturunan Salomo (Mat. 1:2-16).

Pandangan Amilenialisme (pandangan yang menentang akan ada Kerajaan Seribu Tahun di bumi yang dipimpin langsung oleh Mesias sebagai keturunan Daud). Mereka berkeyakinan bahwa tahta Daud disamakan dengan tahta Allah di sorga. Pandangan ini gagal memahami segala bentuk penggenapan nubuatan yang mengarah pada akan berlangsungnya kerajaan Mesias keturunan Daud selama Seribu Tahun di bumi.

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini, Yesaya 9:5-6.

 

Kita harus menerima fakta harfiah bahwa konteks ayat tersebut di atas menunjuk pada Tuhan Yesus Kristus yang akan memulihkan kerajaan Israel. Jelas “tahta Daud” yang dimaksudkan adalah tahta di bumi yaitu Kerajaan Seribu Tahun. Tahta yang termaktub dalam Doa Bapa Kami “datanglah kerajaanMu, di bumi seperti di sorga” (Matius 6:10). Peneguhan atas pemulihan kerajaan Daud diucapkan oleh malaikatNya kepada Maria ketika ia akan mengandung bayi Yesus. Lukas 1:30-33,

 

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

 

Jelas janji pemulihan kerajaan Daud yang dipimpin oleh Mesias yang diucapkan oleh malaikatNya, berwujud fisik, “tahta Daud, bapa leluhurNya.” Sehingga terpilihnya Maria untuk mengandung bayi Yesus dari Roh Kudus beralasan Maria adalah keturunan Daud secara jasmani.

 

Kaum Amilenialisme mengkaitkan zaman ini sebagai pemulihan “kerajaan Israel,” mereka berpendapat bahwa Kerajaan Seribu Tahun bisa saja sudah terjadi secara “kiasan” pada zaman ini. Bahwa gerakan “Zionis” dan pembentukan negara Israel adalah bukti penggenapan pemulihan Israel tanpa harus secara harafiah meyakini adanya fisik Kerajaan Seribu Tahun di bumi.

 

Jika melihat berbagai ayat nubuatan yang sudah diuraikan di atas maka pemulihan kerajaan Israel memiliki kriteria mutlak yaitu dipimpin oleh Mesias.

 

Yeremia 23:5-8 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN–keadilan kita.

 

Pastilah yang dimaksud sebagai “Tunas adil bagi Daud” bukanlah Simon Perez atau Benyamin Netanyahu. Mesiaslah yang dimaksud ayat ini, menduduki tahta Daud memerintah dengan adil dan bijaksana sebagai Raja. Dapat mempersatukan Yehuda (kerajaan yang berjumlah dua suku) dan Israel (kerajaan yang berjumlah sepuluh suku). Julukan Sang Raja adalah TUHAN, keadilan kita. Maka kerajaan Israel yang dipulihkan, yaitu Kerajaan Seribu Tahun belum terjadi dan pasti akan terjadi secara fisik di bumi ini, dimana Tuhan Yesus adalah Raja yang bertahta di kerajaan itu.

 

 

Sebelumnya Bangsa Israel Akan Mengalami Kesusahan Besar

 

Yeremia 30:7-9, Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya. Maka pada hari itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mematahkan kuk dari tengkuk mereka dan memutuskan tali-tali pengikat mereka, dan mereka tidak akan mengabdi lagi kepada orang-orang asing. Mereka akan mengabdi kepada TUHAN, Allah mereka, dan kepada Daud, raja mereka, yang akan Kubangkitkan bagi mereka.

Bahwa pemulihan kerajaan Israel akan didahului dengan “kesusahan Yakub.” Masa Kesusahan Besar yang akan dialami oleh bangsa Israel selama tujuh tahun yang rinciannya dinubuatkan oleh Daniel (Daniel 9:24-27). Setelah itu, barulah memasuki Kerajaan Seribu Tahun yang dipimpin oleh Mesias. Masa Kesusahan Besar yang akan dialami oleh bangsa Israel adalah “suatu waktu kesesakan yang besar seperti yang belum pernah terjadi pada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu” Daniel 12:1. Kesusahan pada masa itu akan jauh melebihi penganiayaan yang dilakukan oleh kaisar Nero, Hitler, dll.

 

Kaum Amilenialisme gagal memahami Kesusahan Yakub yang akan berlangsung selama tujuh tahun ini. Secara harfiah Daniel menguraikan nubuatnya dalam tujuh puluh kali tujuh masa. Terbagi dalam tujuh kali tujuh masa dan enam puluh dua kali tujuh masa, lalu Mesias disalib. Setelah itu bangsa Israel akan memasuki masa Kesusahan Besar atau Kesusahan Yakub selama satu kali tujuh masa.

 

 

Masa Sekarang Adalah Masa Jemaat

 

Namun ternyata, akibat penolakan Israel kepada Mesias maka keselamatan dialihkan kepada bangsa-bangsa lain (Matius 11:13, Efesus 3:8). Penggenapan adanya “masa jemaat” sebelum masa “Kesusahan Yakub” dinyatakan dengan jelas oleh Paulus bahwa hal itu adalah “musterion/misteri” yang tersembunyi dalam Allah selama berabad-abad. Artinya Daniel pun tidak diperlihatkan misteri ini (Efesus 3:9-10). Dalam masa jemaat adalah kesempatan bangsa-bangsa menerima Injil Keselamatan sebab masa ini akan berakhir “sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk” (Roma 11:25). Itulah sebabnya di dalam I Tesalonika 4:16-17 setiap pribadi yang bertobat pada masa jemaat ini akan diangkat sewaktu-waktu sebagai tanda diakhirinya masa jemaat dan Allah akan berurusan kembali dengan bangsa Israel selama satu kali tujuh masa sebagai penggenapan akan nubuatan Daniel.  Dan setelah genap tujuh puluh kali tujuh masa, barulah memasuki Kerajaan Seribu Tahun yang dipimpin oleh Mesias.

 

 

Mesias Akan Naik Tahta Pada Kerajaan Seribu Tahun

 

Sesaat sebelum Tuhan Yesus naik ke sorga, murid-muridNya bertanya; “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Kis. 1:6. Tentu maksud para muridNya adalah Tuhan Yesuslah yang akan menjadi Raja bagi Israel sebagai penggenapan nubuatan-nubuatan para nabi perihal pemulihan tahta Daud. Sesungguhnya ini akan terjadi pada masa Kerajaan Seribu Tahun. Atau dengan kata lain, murid-muridNya bertanya “kapan” Tuhan Yesus naik tahta Daud dan memulihkan kerajaan Israel. Tuhan Yesus menjawab bahwa mereka tidak perlu mengetahui masa dan waktu pemulihan kerajaan itu (ayat 7). Kerajaan Seribu Tahun dimana Mesias keturunan Daud akan naik tahta dan memimpin dengan adil dan bijaksana secara fisik sangat diyakini oleh para pengikutNya. Bahkan dalam suatu peristiwa, ibu dari anak-anak Zebedeus, (Yohanes dan Yakobus) mengerti betul bahwa kerajaan Mesias secara fisik dan harfiah akan terjadi sehingga beliau meminta anak-anaknya diberi kedudukan pada pemerintahanNya kelak, Matius 20:20-23.

 

Secara khusus Yesaya menubuatkan tentang kerajaan Israel yang dipulihkan, Yesaya 11:1-12:6;

  • Dipimpin oleh “tunas yang keluar dari tunggul Isai” yaitu Tuhan Yesus Kristus
  • Memerintah dengan kejujuran, kebenaran dan kesetiaan
  • Membunuh orang fasik dengan nafas mulutNya
  • Serigala akan tinggal bersama domba
  • Macan tutul akan berbaring di samping kambing
  • Lembu dan beruang makan rumput bersama
  • Tidak ada yang berbuat jahat atau berlaku busuk
  • Menghimpun Israel yang terserak.
  • Mengeringkan teluk Mesir
  • Membelah sungai Efrat menjadi tujuh bagian
  • Jalan Raya dibangun untuk umat Israel kembali

 

Secara rinci Yehezkiel menubuatkan tentang bangunan Bait Suci pada Kerajaan Seribu Tahun, Yehezkiel pasal 40 sampai pasal 43.

 

Mikha 4:1-5:3, seakan meneguhkan berdirinya Bait Suci pada Kerajaan Seribu Tahun

  • Bangsa-bangsa akan berduyun-duyun mengunjungi Bait Suci.
  • Sang Raja berasal dari Betlehem Efrata

 

Zakharia 14:8-10, menubuatkan adanya perubahan fisik pada wilayah sekitar Yerusalem.

  • Akan ada sungai yang hulunya dari Yerusalem
  • Mesias akan menjadi Raja seluruh bumi
  • Seluruh negeri akan berubah menjadi subur seperti Araba-Yordan

 

Rasul Yohanes menubuatkan dalam kitab Wahyu apa yang akan terjadi pada masa Kerajaan Seribu Tahun

  • Iblis diikat selama seribu tahun
  • Orang-orang percaya yang mati martir pada masa Kesusahan Besar akan dibangkitkan dan ikut memerintah bersama Tuhan Yesus.

 

(Gbl. Firman Legowo, http://www.gbia-filadelfia.org)